Sains Teknologi

Tubuh Melemah di Luar Angkasa

Tubuh Melemah di Luar Angkasa

Kidnesia.com - Gaya gravitasi di luar angkasa sangat rendah, berbeda dengan di Bumi. Gaya gravitasi yang rendah itu membuat tubuh melemah di luar angkasa.

Tubuh Melemah

Ketika kita berada di Bumi, anggota tubuh bagian bawah dan kaki menahan beban berat tubuh. Itu membuat tulang dan otot kita menjadi terlatih dan kuat. Di luar angkasa, astronaut melayang, tidak bisa berjalan layaknya di Bumi. Astronaut jarang sekali menggunakan kakinya. Akibatnya, kaki dan anggota tubuh bagian bawah menjadi melemah.

Cara Kerja Tubuh Berubah

Cara kerja tubuh juga tidak sama seperti biasanya, ketika berada di luar angkasa. Ketika kita berdiri di Bumi, darah mengalir ke kaki. Jantung harus bekerja keras melawan gaya gravitasi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Di luar angkasa, dengan gaya gravitasi yang sangat rendah, darah mengalir ke tubuh bagian atas dan kepala. Air dalam tubuh juga begitu. Itu sebabnya, ketika di luar angkasa, muka para astronaut terlihat bengkak.

tubuh melemah di luar angkasaa

Astronaut harus berolahraga di luar angkasa agar tubuhnya tidak melemah.

Dengan berubahnya aliran darah dan air itu, otak berpikir tubuh terlalu banyak cairan. Dengan begitu, otak memberi perintah ke tubuh untuk lebih sedikit memroduksi cairan. Padahal tubuh tidak kelebihan cairan, carian hanya berkumpul di tubuh bagian atas. Ketika astronaut kembali ke Bumi, mereka harus beristirahat untuk mengembalikan cairan dalam tubuh. Jika tidak, mereka bisa sangat lemah dan bahkan pingsan.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya agar tubuh astronaut tidak melemah di luar angkasa? Mereka harus berolahraga setiap hari di sana. Olahraga ini berguna untuk melatih otot dan tulang selama berada jauh dari Bumi.

Author

kidnesia

Tags

Related Article