Ikan Bilih, Harta Perak Danau Singkarak

Ikan Bilih Harta Perak Danau Singkarak

Kidnesia.com - Warnanya perak berkilauan. Ukurannya mungil tapi sangat berharga. Itulah ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) dari Danau Singkarak. Ikan yang sangat enak dan disukai banyak orang.

hutan nagari
Danau Singkarak dikelilingi hutan.
Hutan itu menjaga air sungai dan danau untuk ikan bilih.
Foto: Ricky Martin/Majalah Bobo

Sumatera Barat

Danau Singkarak membentang luas di Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Dulu Danau Singkarak terbentuk karena permukaan tanah patah akibat gempa. Air hujan dan sungai lalu mengisinya hingga danau Singkarak menjadi danau terbesar kedua di Sumatera. 

Danau Singkarak dihuni banyak ikan. Salah satunya ikan bilih. Sisik ikan bilih berwarna perak berkilauan. Ikan bilih ini khas dari Danau Singkarak, lo. Danau atau sungai lain tidak mempunyai jenis ikan bilih.

Boleh dibilang, ikan bilih adalah harta perak dari Danau Singkarak. Penduduk Danau Singkarak menganggap ikan bilih sebagai harta yang berharga. Soalnya, ikan bilih sangat enak dimakan dan disukai pembeli dari berbagai daerah.

Mungil Tapi Besar

 

ikan wader
 

Ikan bilih termasuk keluarga ikan Cyprinidae. Ikan mas, ikan bader, ikan wader termasuk saudara-saudaranya ikan bilih. Ikan bilih berbeda dari ikan wader meskipun sama-sama berukuran mungil. Panjang badan ikan bilih hanya sampai 5 sentimeter.

Karena ukurannya mungil, orang sering menyebut ikan bilih sebagai ikan teri darat. Meskipun berukuran kecil, ikan bilih suka bergerombol dengan sesama ikan bilih agar tampak besar.

Suka Pindah Ke Sungai

Tempat hidup ikan bilih memang di Danau Singkarak. Namun, ketika musim bertelur, ikan bilih suka pindah ke sungai yang bermuara di Danau Singkarak. Telur ikan bilih akan menetas di sungai, lalu anak-anak ikan bilih pindah ke danau lagi untuk tumbuh dewasa. Hmm, prilaku tersebut membuat ikan bilih sulit diternakkan di daerah lain. Akibatnya, ikan bilih jadi ikan endemik (hanya bisa hidup) di Danau Singkarak.

Menjaga Hutan Nagari

Wah, banyak orang suka makan ikan bilih. Ilmuwan mencari cara beternak ikan bilih. Tapi, yang lebih penting, habitat asli ikan bilih harus dijaga agar ikan bilih tidak punah. Sungai-sungai harus dipelihara mengalir ke Danau Singkarak.

Itu berarti hutan-hutan nagari (hutan desa) di Danau Singkarak harus dijaga. Untungnya, saat ini penduduk Danau Singkarak sudah bertekad menjaga kelestarian hutan nagari. Jika hutan lestari, sungai akan tetap mengalir. Maka, ikan bilih pun akan tetap bisa dinikmati kelezatannya.

Teks: Johanna Ernawati, Narasumber: ASEAN Social Forestry Network.

Author

kidnesia

Tags

Related Article