Kisah Inspiratif Dokter Oen

Kisah Inspiratif Dokter Oen

Kidnesia.com - Zaman sekarang biaya untuk berobat ke dokter bisa dikatakan mahal. Tetapi tidak bagi dokter asal Solo yang bernama, Dr Oen. Ia dikenal sebagai dokter yang memiliki jiwa sosial tinggi. Ia rela dibayar dengan ala kadarnya. Bahkan jika ada pasien yang benar-benar tidak mampu, ia tidak meminta bayaran sedikitpun.

 

89_big
Nama Dokter Oen diabadikan sebagai nama rumah sakit di Surakarta.
 

Kisah Oen Kecil

Oen Boeng Ing. Itulah nama lengkap dokter yang lahir pada 3 Maret 1903 silam. Oen kecil berasal dari keluarga kaya. Ayah Oen adalah seorang pengusaha tembakau di Wonosobo. Sejak kecil, Oen diminta untuk menjadi penerus perusahaan tembakau milik ayahnya, kelak jika ia sudah besar nanti. Lahir sebagai anak orang kaya, tidak membuat Oen terlena dengan kehidupan yang serba mudah.

Kakek Inspirasi Oen

Kakek (ayah dari ibu Dr Oen) adalah seorang Sinshe atau tabib yang membuka rumah pengobatan di desa. Sewaktu Oen kecil, ia pernah menginap di rumah kakeknya. Ia melihat kakenya bekerja menyembuhkan orang-orang yang sakit. Sesekali, Oen juga membantu kakeknya bekerja. Kakeknya tidak pernah meminta bayaran kepada pasien yang datang. Cara kerja Kakeknya ini, yang rupanya dibawa ketika ia benar-benar menjadi seorang dokter.

Perdebatan dengan Ayah

Ketika Oen memasuki usia remaja, ayahnya membujuknya untuk menjadi penerus perusahaan tembakau. Tetapi Oen menolak. Cita-cita Oen ingin menjadi dokter seperti kakeknya. Ayahnya sempat tidak setuju dengan cita-cita yang dimiliki Oen. Namun, karena tekad yang kuat, akhirnya ayahnya mengizinkan Oen untuk melanjutkan sekolah di STOVIA, sebuah sekolah kedokteran yang terkenal pada masa penjajahan. Pada tahun 1932 Oen Boen Ing lulus menjadi sarjana Kedokteran. Dan sejak saat itu, ia kerap disapa sebagai Dokter Oen.

"Seikhlasnya"

Figur dokter keturunan Tionghoa ini memang dikenal sebagai seorang dokter yang berjiwa sosial. Ia tidak membeda-bedakan suka, agama, maupun ras. Dokter Oen selalu menolong semua orang yang sakit dan membutuhkan bantuannya. "Seikhlasnya" kata yang diucapkan oleh setiap pasien yang datang kepadanya. Dr. Oen tidak pernah mematok harga kepada pasien yang datang.

Tsi Sheng Yuan

Pada tahun 1935, dokter Oen bersama istri Djie Oen Nio ia membuka poliklinik bernama Balai Kesehatan Tsi Sheng Yuan (Jisheng Yuan atau Lembaga Penolong Kehidupan). Dokter Oen mengabdikan ilmu yang didapatnya untuk menyelamatkan hidup banyak orang. Berkat perjuangannya yang tak kenal lelah, klinik tersebut berkembang menjadi Rumah Sakit Panti Kosala yang orang-orang kenal saat ini. Sejak tahun 1944 dokter Oen diangkat sebagai dokter pribadi Istana Mangkunegaran.

 

index
Patung dokter Oen di rumah sakit dr.Oen Surakarta.
 

Tutup Usia

Pada tanggal 30 Oktober 1982, dokter Oen meninggal dunia. Berkat kebaikannya itu, ia diberikan gelar Kanjeng Raden Mas Toemenggoeng Hario Oen Boen Ing Dharmohoesodo oleh Keraton Mangkunegaran. Ia juga mendapat  penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia berupa Satya Lencana Bhakti Sosial pada tanggal 30 Oktober 1979. Dokter Oen memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, menolong tanpa pamrih demi membantu sesama adalah perbuatan yang mulia.

Teks : Marisa, Sumber Foto : Sejarah Kota Solo, droensolobaru.com

Author

Marisa Febrilian

Tags

Related Article