Cerita Dari Bobo

Anak Katak dan Kawanan Semut

Anak Katak dan Kawanan Semut

Totol Hijau adalah nama seekor anak katak. Ia tinggal di sebuah lubang kecil, di tepi telaga. Di pagi yang cerah, Totol Hijau sedang bertengger di atas daun teratai. Sekawanan semut tengah berkerumun di tepi telaga.

 "Heei, kalian sedang belajar berenang, ya?" tanya Totol Hijau.

 Bapak semut, pemimpin rombongan menjawab, "Sahabatku Katak, kami hendak ke seberang."

 "Ooh, silakan kalian menyeberang. Bukankah telaga ini milik kita bersama?" kata Totol Hijau mendekati Bapak semut.

 "Bukan begitu maksudku. Bukankah engkau tahu, kami, semut-semut tak bisa berenang?"

"Ya, aku tahu," jawab Totol Hijau cepat.

"Kami sengaja menunggumu, karena kami ingin engkau membawa kami ke seberang. Bukankah engkau pandai berenang!" kata Bapak semut.

Setelah berpikir sejenak, Totol Hijau kembali bertanya, "Bolehkah aku tahu, mengapa kalian berbondong-bondong ke seberang?"

Bapak semut menjelaskan, "Penduduk di sini sudah terlalu banyak hingga sulit bagi kami untuk mencari makan. Juga sudah terlalu sempit. Sedang di tanah seberang, masih banyak wilayah yang belum dihuni. Kami mau pindah ke sana."

"Kalau begitu, kalian akan kugendong sampai di seberang," kata Totol Hijau.

Kemudian Totol Hijau menyuruh semut-semut itu menaiki tubuhnya. Tak lama kemudian tubuh Totol Hijau sudah dipenuhi dengan ratusan semut. Ratusan semut itu bergerak-gerak, sehingga Totol Hijau kegelian.

"He he... tolong diam semua. Tubuhku geli!" kata Totol Hijau sambil menahan tawa. Tetapi, beberapa semut masih juga bergerak-gerak hingga tubuh Totol Hijau serasa digelitik.

"urun sebentar! Aku kegelian!" teriak Totol Hijau menahan geli.

Setelah semua semut turun, Totol Hijau segera melompat ke telaga. Byur! Ketika menyaksikan Totol Hijau menyelam ke dalam air, semut-semut itu berteriak,  "Hai, katanya mau mengantar kami. Mengapa engkau melarikan diri? Uh, dasar pembohong!" umpat beberapa semut.

Ternyata Totol Hijau tidak melarikan diri. Beberapa saat kemudian, kepalanya muncul di sela-sela daun-daun teratai.

Totol Hijau berseru, "Tenanglah, aku akan mengantar kalian sampai tujuan." Ia lalu menyeret daun teratai ke tepian. Katanya,  "Aku telah menyediakan sampan untuk kalian. Ayolah, naik semua."

 Daun teratai yang terapung di air dapat dijadikan sampan oleh ratusan semut.

Setelah semua semut naik, Totol Hijau yang cerdik dan baik hati mendorong sampannya hingga ke seberang telaga. Semut-semut gembira, karena mereka dapat sampai di tujuan, sekaligus menikmati bagaimana rasanya naik sampan dari daun teratai.

Totol Hijau gembira karena dapat menolong sahabatnya. Tentu saja Bapak Semut tak lupa mengucapkan terima kasih atas pertolongannya.

Cerita: Sigit Wahyu.

Author

Sigit Wahyu

Tags

Related Article