Potret Negeriku

Cerita di Balik Kolintang

Cerita di Balik Kolintang

Kidnesia.com - "Tang..tang...tong..tong..ting..ting..tang...tang"... Begitulah suara yang dikeluarkan dari kumpulan kayu pipih yang berjejer ini. Beberapa kayu tersebut dipukul menggunakan sebuah tongkat kecil mirip pemukul gong. Itulah dia Kolintang, sebuah alat musik asli dari daerah Minahasa Sulawesi Utara. Kata Kolintang sendiri menurut sejarahnya berasal dari suara yang dihasilkan oleh alat musik itu sendiri. Tong (nada rendah), tang (nada tengah) ting (nada tinggi). Masyarakat Minahasa biasa memberikan ungkapan," Maimo Kumolintang" untuk bermain kolintang.

Menurut hikayat setempat Kolintang erat kaitannya dengan ritual pemujaan terhadap arwah leluhur Minahasa. Namun sejak penyebaran agama Kristen meluas di Sulawesi Utara penggunaan alat musik ini terdesak oleh agama tersebut. Bahkan alat musik Kolintang sempat menghilang hampir selama 100 tahun. Baru setelah perang dunia II alat musik ini kembali muncul dengan modifikasi nada yang universal oleh Nelwan Katuuk. Saat ini Kolintang makin berkembang pesat dan mampu dimainkan bersama orkestra lengkap yang menghasilkan nada anggun berbalut keunikan suara khas Kolintang.

Teks dan Foto: Ricky Martin

Author

Ricky Martin

Tags

Related Article