Misteri Nekara, Si Gendang Perunggu

Nekara

Kidnesia.comNekara adalah gendang yang dibuat dari perunggu. Nekara merupakan peninggalan nenek moyang kita pada zaman pra-sejarah, sekitar 6000 sampai 3000 tahun yang lampau. Benda bersejarah itu dapat kita jumpai di museum dan desa-desa adat.

Beda Nama

Di Indonesia, nekara ditemukan di berbagai wilayah. Di Alor, nekara disebut moko, di Flores disebut wulu, di Pantar disebut kuang, di Sangeang disebut makalamau, di Bali disebut bulan dan sasih, sedangkan di Maluku disebut tifa guntur.  

Menurut buku sejarah, nekara dibuat pada masa ketika nenek moyang kita sudah bisa mengolah logam sebagai peralatan dan hiasan. Karena sudah mengenal teknik pengecoran logam, berarti kebudayaan nenek moyang pada waktu itu sudah tergolong maju.

Nekara, gendang yang terbuat dari perunggu.
Nekara, gendang yang terbuat dari perunggu.

Untuk Apa?

Untuk apa  nenek moyang kita membuat gendang dari logam? Apakah logam tidak terlalu mewah untu sebuah gendang? Gendang untuk tari-tarian rakyat, boleh saja menggunakan gendang dari kayu atau bambu. Tetapi gendang yang dipersembahkan untuk roh leluhur yang dihormati dan dipuja, tentu harus dibuat dengan menggunakan bahan yang terbaik pada waktu itu, yaitu perunggu.

Ya, gendang nekara memang tidak hanya berhubungan dengan musik semata. Kala itu, gendang nekara dibuat untuk keperluan ritual pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Di desa-desa adat, gendang nekara masih dihormati sehingga harus disimpan di tempat yang dianggap suci. Misalnya di Bali, nekara biasanya disimpan di pura-pura desa. Di Flores Timur, nekara disimpan di bawah atap rumah dan hanya diturunkan pada waktu upacara tertentu. Nekara dianggap benda yang sakral. Karena mereka percaya di dalam nekara itu roh nenek moyang sering bersemayam.

Pusaka

Di beberapa desa adat, nekara pun dianggap sebagai pusaka. Sebagai pusaka, nekara dipercaya memiliki kekuatan magis, sehingga sering digunakan untuk memanggil hujan atau untuk mengusir roh jahat. Sedangkan di tempat lain, seperti Pulau Alor, nekara yang disebut moko sering digunakan sebagai alat mas kawin, bahkan alat pembayaran.

 

Author

Sigit Wahyu

Tags

Related Article